Cara Ternak Lovebird Bagi Pemula Agar Sukses dan Berhasil

Advertisement
Advertisement
Ternak lovebird sebenarnya sangat mengasyikkan, terutama bagi para penghobi. Namun, bagi penghobi burung lovebird pemula, beternak lovebird tentu bukanlah sebuah usaha yang mudah, karena memang membutuhkan pengalaman, proses, kesabaran, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalaman para penangkar, memang beternak lovebird sangatlah menyenangkan, apalagi bila sudah tahu seluk-beluk atau pahit getirnya menangkar lovebird.

ternak lovebird, lovebird

Pada dasarnya, ternak lovebird bagi semua orang terbilang gampang-gampang susah, gampangnya adalah cukup dengan memberikan perawatan wajib secara rutin seperti pakan dan minum. Namun, selain itu banyak juga hal-hal kecil lainnya yang sebenarnya sangat penting untuk perawatan lovebird, dan sebisa mungkin sang penangkar harus memberikan perawatan terbaik.

Belum lagi untuk mengembang biakkan lovebird, mulai dari mengawinkan, proses betrelur, perawatan anakan, dan lain sebagainya juga perlu perhatian khusus. Jadi, merawat lovebird tergantung masing-masing orang. Dibutuhkan juga kosistensi dan ketelatenan merawat lovebird, bagi orang yang pada dasarnya memang hobi, maka akan lebih mudah dalam merawatnya.

Bagi sobat penghobi lovebird yang terbilang pemula untuk ternak lovebird, maka janganlah kawatir, karena kesuksesan dalam beternak bisa dicapai dengan banyak-banyak belajar, juga melalui proses, maka dengan sendirinya akan memperoleh pengalaman berharga. Yang terpenting adalah niat, tekat yang kuat, kesungguhan, banyak-banyak belajar, sabar, maka tidak ada yang tidak mungkin dalam memperoleh kesuksesan.

Penangkar lovebird saat ini bisa dibilang sangat banyak, mengingat lovebird termasuk salah satu jenis burung yang sangat populerdi Indonesia (baca: jenis lovebird). Selain itu, dari sisi nilai ekonimisnya juga cukup tinggi, maka prospek beternak lovebird cukup menjanjikan. Maka tak heran bila orang yang biasanya hanya sekedar hobi memelihara lovebird sebagai burung kesayangan di rumah, kemudian banting setir untuk mencoba memulai usaha ternak lovebird.

Perlu anda perhatikan, bahwa banyak peternak lovebird yang berhasil, dan tak sedikit pula yang gagal. Nah, dari sini tentu akan menjadi sebuah pertimbangan tersendiri buat sobat, apakah memang benar-benar memiliki tekat yang kuat untuk beternak lovebird, karena memang dalam usaha ternak harus siap menerima segala resiko dan tidak boleh setengah-setengah dalam menjalankannya.

Cara Ternak Burung Lovebird
Ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam menangkar burung lovebird, mulai dari memilih indukan yang bagus, perawatan selama penangkaran, hingga perawatan pada anakannya. Silahkan simak informasi selengkapnya berikut mengenai tahap-tahap ternak burung lovebird:

1. Memilih indukan lovebird
Ini paling mendasar, sobat harus memilih indukan yang tepat, karena indukan yang bagus akan menghasilkan anakan yang tak jauh berbeda, bahkan bisa lebih bagus dari sang induk. Pada tahap ini kebanyakan sobat kebingungan dalam memilih indukan yang bagus, karena masih pemula jadi masih awam mengenai indukan yang bagus itu seperti apa. Dan tak sedikit pula yang tertipu ketika membeli indukan yang dibilang bagus, tapi ternyata tidak, tentu ini sangat merugikan. Pemilihan indukan baik jantan maupun betina harus benar-benar tepat, adapun beberapa kriteria indukan yang bagus adalah sebagai berikut:

  • Indukan jantan maupun betina masing-masing harus berusia minimal 1 tahun.
  • Kondisinya sehat, fit, atau tidak sakit-sakitan.
  • Tidak adanya cacat fisik.
  • Sangat bagus bila indukan jantan sudah gacor.

2. Tahap penjodohan lovebird
Pada tahap ini ada trik dan cara yang sering dilakukan oleh penangkar lovebird untuk mengetahui lovebird berjodoh secara alami. Carana yaitu dengan mencampurkan banyak lovebird dalam satu kandang yang besar, maka kemungkinan akan tahu mana lovebird yang cocok dan berjodoh secara alami. Atau dengan cara menaruh sepasang lovebird jantan dan betina dalam satu sangkar, kemudian sekat. Dan bisa juga dengan cara mendekatkan dua sangkar, satu sangkar terdapat lovebird jantan, dan satu sangkar lagi terdapat lovebird betina. Lovebird yang terlihat berjodoh biasanya menjukkan prilaku yang romantis, misalnya: dengan saling berdekatan, saling beradu paruh, dan saling perhatian atau saling menyahuti kicauan (baca selengkapnya: cara menjodohkan lovebird).

3. Menyediakan Kandang/Sangkar Penangkaran
Dalam beternak lovebird tentu harus menyediakan kandang,, dan ada 2 jenis kandang yang umumnya sering digunakan oleh penangkar burung kicau, yaitu kandang single dan kandang koloni. Biasanya para pemula menggunakan kandang single berukuran 90 x 60 cm. Sedangkan untuk kandang koloni lebih besar dan panjang, bisanya diisi 5 pasang lovebird. Berikan pula glodok atau sarang dengan ikuran 20 x 20 x 25 cm dalam kandang tersebut, dan hindarkan sarang dari sinar matahari. Sediakan pula rumput-rumput kering, kayu kecil, kapas, serabut kelapa, dan lain sebagainya untuk dijadikan sarang. Adapun beberapa hal lainnya yang harus disediakan dalam kandang adalah sebagais berikut
  • Wadah pakan.
  • Wadah minum.
  • Karamba untuk mandi.
  • Tangkringan.
(Baca selengkapnya: kandang lovebird)

4. Pemberian pakan
Pakan lovebird untuk ternak sama dengan pakan lovebird harian/biasanya, yakni berupa millet, biji sawi, kenari seed, jewawut, jagung muda, kangkung, tauge, dan lain-lain. Sebaiknya berikan pakan secara bervariasi atau gantian, hal ini dilakukan agar tidak monoton atau agar lovebird tidak merasa bosan. Jangan lupa juga memberikan multivitamin tambahan yang mengandung nutrisi lengkap untuk mencukupi kebutuhan gizinya agar lovebird tetap sehat dan tampil prima (baca selengkapnya: makanan lovebird).

5. Proses pengeraman telur
Pada masa ini biasanya lovebird membutuhkan kondisi yang nyaman dan aman tanpa gangguan apapun. Maka dari itu, sobat harus mengkondisikan lovebird dengan cara menjauhkan atau menghindarkannya dari segala sesuatu yang dapat mengganggunya, seperti: semut, tikus, kucing, anjing, kecoa, sampah, anjing, lalu lalang banyak orang, dan lain sebagainya. Umumnya, lovebird mengerami telurnya selama 25 hari, adapaun daya telurnya tergantung sang indukan betina dan kondisi lingkungan disekitarnya. Ketika indukan lovebird betina sedang dalam proses mengerami, maka jangan sampai sobat menyentuh telurnya, karena akibatnya sangat fatal sekali, yakni kegagalan. Perlu anda perhatikan pula, bahwa jika lovebird sudah mengerami selama 25 hari, namun belum ada satu telurpun yang menetas, maka bisa jadi gagal menetas.

6. Penetasan
Apabila telur-telur lovebird sudah menetas, maka biarkan anakan tersebut diloloh oleh indukannya. Apabila sobat ingin indukan bertelur kembali, maka bisa dengan cara mengambil anakan yang telah berusia 10 hari dan anda loloh sendiri. Namun, kami menyarankan kepada sobat pemula, bisarkan anakan diloloh indukannya sendiri, karena bila sobat belum tahu betul cara meloloh, bisa berakibat fatal pada anakan tersebut.

Demikianlah beberapa uraian mengenai tahap-tahap beternak burung lovebird yang dapat kami tulis dan kami share untuk sobat sekalian, semoga apa yang kami posting kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua.