Kriteria Penilaian Lovebird dalam Lomba

Advertisement
Advertisement
Menurut banyak jawara kontes Lovebird (LB), mengetahui pakem penilaian Lovebird dalam lomba adalah salah satu rahasia mereka dalam merengkuh podium jawara. Karena ibaratkan ujian, pakem tersebut merupakan kisi-kisi atau bocoran yang bisa dijadikan sebagai patokan dalam mengasah kemampuan burung.

Meskipun terkesan sepele, menjadikan pakem penilaian ini sebagai patokan adalah cara paling efektif untuk menaklukan setiap turnamen atau lomba yang Anda ikuti. Sebab sudah jelas, kalau pakem penilaiannya sudah kita ketahui, tentu mengasah burung akan lebih mudah karena sudah memiliki target dan acuan tersendiri, yaitu pakem penilaian ini.

lovebird lomba

Namun perlu diingat juga. Meskipun sudah mengantongi pakem penilaian sebuah kontes atau lomba, dan sudah memiliki kriteria sesuai pakem penilaian tersebut, wajib hukumnya untuk selalu melatih dan mengasah kemampuan Lovebird.

Beberapa Pakem Penilaian Lovebird Dalam Lomba
Berikut adalah beberapa pakem penilaian LB yang kerap digunakan dalam turnamen atau kontes:

1. Kualitas irama
Irama merupakan naik turunnya lagu yang dimainkan dalam satu waktu yang sudah disediakan panitia.

Dalam kontes, irama yang baik adalah irama yang bervariasi, tidak monoton dan enak didengar. Adapun irama yang dimaksud adalah irama yang naik – turun – naik – pelan – keras – kencang – pelan – landai – turun – keras. Irama tersebut merupakan irama yang paling disukai juri dan kicaumania. Sehingga bisa dipastikan, kalau burung Anda memiliki irama tersebut, kemungkinan juara akan semakin besar.

2. Permainan lagu
Pakem penilaian Burung Lovebird dalam lomba ini mengacu pada keindahan lagu yang dimainkan LB. Dimana untuk mendapatkan predikat jawara, LB yang Anda miliki harus memainkan suara ngekek yang khas dengan karakter dan ciri burung yang Anda miliki.

3. Panjangnya lagu yang dimainkan dalam satu waktu
Dalam sebuah kontes, burung akan diberikan waktu sedikitnya beberapa menit untuk menampilkan lagu yang akan Ia mainkan.

Tapi, untuk mendapatkan predikat jawara, burung harus memainkan lagu dengan durasi yang cukup panjang, sekitar 25 detik tiap lagu. Namun permainan lagu dalam kontes tidak hanya dimainkan satu kali dalam satu kesempatan. Karena waktu yang diberikan panitia cukup banyak, burung harus memainkan sedikitnya 10 – 15 kali dalam satu kali kesempatan.

4. Volume yang keras
Pakem penilaian Lovebird dalam sebuah lomba ini merupakan yang terpenting. Sebab, untuk mendapatkan penilaian yang baik, burung harus memiliki volume suara yang keras dan nyaring agar bisa didengar oleh juri.

5. Kerapatan lagu yang dimainkan
Idealnya, burung akan dianggap jawara apabila memiliki kerapatan lagu yang baik, tidak terlalu renggang dan tidak juga terlalu rapat.

6. Durasi kerja burung
Panitia akan memberikan durasi kerja pada tiap peserta kontes. Dimana untuk mendapatkan nilai yang maksimal, peserta wajib memaksimalkan durasi kerja yang tersedia dengan performa dan permainan lagu yang menawan.

Khusus untuk pakem penilaian Burung Lovebird dalam lomba ini peserta harus memainkan lagu paling sedikit 75% dari keseluruhan waktu kerja yang sudah diberikan.

Apabila burung memainkan sedikitnya 75% dengan permainan yang baik, burung akan diberikan penilaian yang baik. Namun sebaliknya. Jika burung hanya menampilkan lagu dengan waktu kerja di bawah 75% dari waktu yang sudah diberikan, maka juri hanya akan memberikan nilai yang kecil.

7. Durasi bunyi
Durasi bunyi sendiri adalah frekuensi dari sedikit banyaknya bunyi atau lagi yang dimainkan burung dalam kontes. Dalam hal ini, burung akan diberi nilai baik apabila memainkan lagu dengan durasi bunyi yang panjang dan banyak.

Pakem penilaian Burung Lovebird dalam lomba di atas merupakan pekem penilaian yang umum digunakan dalam kontes burung. Dimana dalam setiap kontes, pakem penilaian di ataslah yang paling sering digunakan. Kalau pun ada pakem penilaian lain, sifatnya hanya tambahan, sedangkan pakem penilaian utamanya adalah pakem penilaian yang ada di atas.